Tampilkan postingan dengan label sok puitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sok puitis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juni 2015

secangkir kopi

secangkir kopi di kala sedih
saat sendiri terasa tak bersahabat
dan tawa hanyalah sekedar tawa
dan sedih akhirnya tak kunjung hilang
bahkan tak juga berganti gaya

secangkir kopi di kala gundah
saat riuh rendah mulai redam
saat gundah hanya sekedar hasrat
saat sendiri terasa hampa
bahkan kala dia ada, rasanya sama saja

secangkir kopi di kala terluka
saat luka hanya sekedar luka
tapi, apa akan sembuh?
tersiram lagi dengan luka yang lain
berharap malaikat kebahagiaan datang
meniup terompetnya dan menyanyikan lagu bahagia
tapi, akhirnya kita semua akan pergi...
lalu kembali kosong, lalu kembali hampa

secangkir kopi untuk yang terdalam.
kala kata tak lagi bermakna
dan tawa hanyalah sekedar tawa
kala sedih berujung luka
kala gundah semakin membengkak
kala tak ada lagi kesenangan
tak ada lagi sahabat

secangkir kopi....
akhirnya akan habis
dan meninggalkanku yang sembari meringis
menahan tangis
lalu, kopi akan tetap menjadi kopi,
tetap pahit, dan mungkin tetap mengisi
luka, hampa, dan sendiri....

Jumat, 22 Februari 2013

Somewhere.....


Let’s go somewhere that we can be alone
Le’s go somewhere that we can free, can live, can breath
Let’s go somewhere that we can be laugh, cry, even fight together
Let’s go to somewhere that we can find our future, leave our past, and living together.
Let’s go to spend the time, and leave all the pressure,  and find the true happiness
***
Just take a little breath, to find what makes us like this,
This laugh so hurt, this tears is so pain,
Let’s find our destination,
I wanna makes my dream come true,
To live with you, 
Spend my live with you,
Find my future, my live, and hope with you,
Let’s go, go somewhere that we can be like us
Share what we want to share,
Seek what we want to seek,
Find what we want to find
Together……
***
Let’s dance together in our pain,
Laugh together in our dream,
And make a little wish that is not just for a while….
Our dream, our future, our hope, even our love…
Let’s laugh in our pain,
Let’s share what we feel…
Share the happiness, even the pain
I wanna spend my entire live with you
To see your smile in the morning 
To lay my head in your shoulder when I’m upset
To cry in your hug, and to love you forever…..
***
Let’s find somewhere….
Somewhere that we can live, can laugh, can cry, even fight…
Somewhere that we can share our happiness, even our pain….
Somewhere that we can share our love, and live…..
Somewhere that we belong…
And somewhere that we can find our future together…. 

Minggu, 18 Maret 2012

sudah? selesai....?

pergi-pergi, lalu menjauh
kali ini air mata yang bicara
diam, diam, diam.
pergi-pergi, lalu menjauh.
hitam-putih, sosok kita.
putih-hitam-putih-hitam.
pergi sosokmu, dan menjauhlah aku.
***
pertama:
mata berubah sayu-manajam,
tak ada rahasia, yang ada hanya...
tidak tau, tidak mengerti.
tak bisa pergi, tak bisa hilang,
ntah, terkadang terusik, terkadang suka.
egois, ingin punya semua.
***
kedua:
malam itu bulan penuh,
hal bodoh telah terlaksana,
malu-maluin.
ntahlah, antara benci dan tersanjung
bodoh? yah iya, apa lagi?
***
ketiga:
lagi-lagi amarah,
bosan.
yah sudahlah, kelaut saja.
dinginkan kepala, sambil berenang.
sudah-lah, terserah-lah.
mati saja.
lupakan saja. 
marah saja.
lalu tinggalkan saja.
kebodohan bodoh, yang benar-benar bodoh.
lalu?
***
air mata malam ini berbicara lagi.
dengan semua kelelahan, kepayahan, dan marah.
tak mengerti? ya sudah, 
egois? ya sudah,
diam? ya sudah,
marah lagi? ya sudah
terserah? ya sudah,
salah? ya sudah!!!!
ya sudah aja semuanya!!!
gak sudah-sudah juga.
yah, akhirnya.....ya sudah juga.

Rabu, 09 Maret 2011

no tittle for me

aku mulai bosan,
bosan untuk tertawa, bosan untuk menangis,
tapi aku ingin punya emosi,
melelahkan.
aku sudah mulai bosan untuk befikir tentang kesenangan,
mulai jenuh mencari sesuatu yang (sebenarnya) sudah kudapatkan.
nafsu!
terlalu banyak pilihan, terlau banyak kerepotan.
aku benci jika seperti ini tak jelas.
pilihanku, jalanku, euforia ku,
xxx
kenakalan, dan keliaran,
tapi masih terkontrol dan ingat akan semuanya,
aku suka jika seperti itu,
menyenangkan bersama mu, dan hidupku,
menyenangkan saat tertawa, lupa akan semuanya, tapi masih dalm kontrol-kontrol kebenaran
masih dalam ruang-ruang yang menyenangkan,
euforia kah??
ntah tapi.....
sensasinya menyegarkan,
lebih manis dari sebuah permen lollipop
dan lebih menyegarka dari soda dingin di siang yang panas,
hanya, tak bisa terulang,
bayangnya hanya terlihat jelas saat diingat, itu pun kadang memburam,
dan saat ingin di ingat bersama yang ada hanya
"emang ada yah?? wuahahahahaha!"
tai! bayang itu langsung terpecah praaaannggg
xxx
aku merindukan banyak hal,
hal-hal yang sepele sampai yang menyangkut masalah hati.
lepasin aku dari semua masalah ini,
yah, walau aku tau yang mulai masalah ini aku dan sekarang aku nyasar g tau jalan keluarnya,
brengsek jga aku tenyata,.
menyakiti banyak orang dan g tau-tau.
aku menelan ludah ku sendiri,
dan pada akhirnya, aku hanya tersenyum memelas mohon ampun sama masalah yang sudah aku tantang
sombong!
xxx
yah lagian juga, aku yang bodoh,
sudah tau g bisa nyelesain sendiri malah coba"
harus mulai  belajar sendiri nih, XP
juga harus merombak jadwal to do list yang berantakan XP
hahahaha bego!

Sabtu, 05 Maret 2011

Nyata, pada akhirnya jadi tak nyata

Kadang aku berfikir,
Apa aku pantas mendapatkan apa yang sekarang kudapat?
Rasanya ribuan rencana itu berhasil dengan sukses kukacaukan
Aku nyata tapi, keadaan yang memaksa aku untuk menjadi tak nyata.
Benar-benar aku kacaukan dengan sukses!!
Kadang aku ingin mengungkapkan semuanya
Apa yang aku rasakan, apa yang aku fikirkan,
Tapi tak selalu sama.
Aku lelah untuk selalu terkungkung dalam batasan yang terkadang menurutku tak adil
Mungkin memang hukuman yang pantas dengan kelakuanku yang seperti orang kesetanan ini.
Aku hanya ingin mengeluarkan pendapat,
Apa yang aku rasakan, kesepian diantara keramaian yang terjalin.
Atau hanya aku yang merasa seperti itu?
Apa lagi yang ingin kupinta?
Semuanya ada, lengkap.
Orangtuaku, keluargaku, teman, sahabat, lalu apa lagi?
Sempurna, lengkap, tapi, kenapa masih ada yang kosong?
Aku tertawa, bahagia, lalu, setelah aku kembali ke dalam tempat ini,
Saat itu pula semuanya seolah-olah menghilang.
Aku, tak tau lagi, aku hanya ingin menghapus rasa kosong itu.
Apa ini karena aku sering mangkir dari absen tuhan?
Terlalu banyak kata mungkin, tapi, memang itu lagi yang akan kuungkapkan,
Xxx
Seandainya aku bicara tentang semua yang aku rasakan,
Apa aku akan diomelin dengan kata-kata yang sama?
Membawa-bawa masalah kuliah yang sudah aku tunggu
Selalu, ancaman yang membuatku selalu diam.
Aku harus apa?
Membentak? Lalu merusak semuanya??
Aku betul-betul takan kuliah,
Haaaahhh, aku tak mengrti jalan fikiran kalian,
Kadang aku cuma bisa ngadu dengan cermin tua itu.
Terkadang aku merasa aku sudah gila,
Berbicara sendiri solah-olah otakku sudah terbakar,
Aku ingin mereka mendengarku, walau hanya sekali,
Mengrti apa yang aku rasakan, tak hanya menuntut.
Ntahlah, dimata serorang anak apa yang dilakukan oleh orangtuanya selalu salah,
Dan begitu pula sebaliknya.
Xxx
Aku tak lebih mengerti tentang kalian,
Begitu pula kalian yang tak mengerti tentang aku.
Aku tak berlebihan kan ma jika kutulis seperti ini?
Bahwa aku ingin sesekali di mengerti,
Aku selalu mengizinkan kalian untuk mengerti aku,
Tapi, yang membuatku tak mengizinkan adalah cara kalian yang menurutku salah.
Aku tak tau sudah harus mengungkapkan apa lagi,
Tapi, dari semua itu, aku hanya ingin didengarkan ma
Hope you can understand it mom, love you ♡

Minggu, 27 Februari 2011

Kosong, tapi aku tak mengerti

Aku ingin sebatang rokok, 
Juga sekaleng soda,
Mungkin juga beberapa kertas untuk menulis,
Jangan lupa pensilnya, juga penghapus,
Oh iya juga beberapa pensil warna untukku menggambar.
Selalu, tulisan tanpa maksud, gambar tanpa senyum.
Tapi aku suka, lalu kutuliskan namaku di situ.
Selalu menulis, selalu menggambar.
Mengungkapkan apa yang kurasakan
Dengan gambar, dengan tulisan,
Tapi, aku suka.
Menulis hal yang tak pernah dibaca orang,
Walau aku ingin ada yang membacanya lalu memberi tanggapan.
Menggambar hal yang tak pernah orang mengerti maksudnya,
Walau aku ingin ada yang mengerti.
Ntah apa yang aku cari,
Ntah apa yang aku mau,
Aku masih bingung dan juga masih mencari.
Jawaban atas semua tanya.
Aku lelah menulis prolognya.

Xxx
Aku ini kosong diantara semua hal yang terisi.
Jenuh di antara kesenanganku.
Gila!
Sebenarnya ada yang aku mau,
Menjalani semua yang ada di mimpiku
Tapi, apa enaknya?
Jenuh juga!
Aku punya cita-cita
Punya mimpi yang ingin ku wujudkan.
Senang aku menulisnya,
Yah, bebasku melakukan hal yang kusuka.
Tapi, apa enaknya hidup tanpa larangan?
Bosan, jenuh juga!
Bahkan aku tak mengerti apa yang aku mau, apa yang aku inginkan,
Sinting!
Kosong memang, lalu apa yang bisa membuatnya terisi?

Xxx
Aku merindukan kamu,
Sesuatu.
Ah, bukan tapi seorang.
Bukan se- juga sih, kalian berdua.
Sosok, ntah apa ku sebut namanya
Jika kuingat aku hanya berusaha menenangkan hatiku sendri
Bahwa everything gonna be alright.
Bahwa aku sadar semuanya (agak) sedikit memburuk
Aku kena ke-missing-an yang akut.
Merindukan senyum dari hati itu, juga sosokmu ntah apa namanya.
Aku seolah kembali kosong, padahal kalian disini.
Aku hanya berusaha mengerti
Semua yang kalian mau, dan semua alasan itu.
Hanya, sampai kapan?

Xxx
Aku mau tanya,
Apa kalian juga merasakan hal yang sama?
Atau hanya aku yang ke-geer-an,
Menerima senyum dan….
Oh aku tau namanya, cinta bukan??
Aku g tau,
Hanya perasaanku saat ini,
Well, seperti biasa : kalian butuh, aku disini
Belum beranjak.
Menangis jika kalian ingin; akan kupeluk
Tertawa jika kalian ingin; akan kutanggapi
Sesuka kalian; akan kubantu.
Aku juga harus fokus
Menghadapi semuanya
Yang ada di depanku.
Kembali ke awal. Te-restart ulang
Kekosonganku ♡